ADMIN Effendi-Dmth.blogspot MENGUCAPKAN SELAMATMENYAMBUT HARI RAYA IDUL FITRI 1433 HIJRIAH MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

Sunday, June 24, 2012

Membangun Karakter Kebangsaan Sejak Dini

Manusia yang berkualitas diperlukan dalam rangka pembangunan bangsa di masa depan. Terbentuknya manusia yang berkualitas tidak dapat dengan serta merta diwujudkan. Hal ini harus dimulai sejak masa kanak-kanak. Hal tersebut dikarenakan anak merupakan investasi yang sangat penting bagi penyiapan sumber daya manusia (SDM ) di masa depan. Dalam rangka mewujudkan manusia yang berkualitas salah satunya melalui pendidikan.
Penelitian menemukan bahwa sejk lahir anak manusia memiliki kurang lebih 100 milyar selotak. Sel-sel otak ini tidak akan tumbuh dan berkembang dengan pesat tanpa adanya stimulasi dan didayagunakan (Gutama, dkk, 2005:3). Berdasarkan hal tersebut maka jelaslah bahwa pendidikan sejak usia dini sangatlah penting. Dalam rangka pembentukan karakter bangsa sejak usia dini salah satu aspek yang dikembangkan adalah pendidikan nilai. Dengan diberikannya pendidikan nilai dan moral sejak usia dini, diharapkan pada tahap perkembangan selanjutnya anak akan mampu membedakan baik buruk, benar salah, sehingga anak dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-harinya. Ini akan berpengaruh pada mudah tidaknya anak diterima oleh masyarakat sekitarnya dalam hal bersosialisasi. Salah satu bidang yang harus ada dalam pendidikan nilai moral adalah penanaman nilai moral nasionalisme termasuk cinta terhadap kekayaan bahari. Seperti diketahui bahwa di era globalisasi ini wawasan kebangsaan menjadi sangat penting untuk diberikan kepada anak usia dini.
Dengan adanya pendidikan wawasan kebangsaan diharapkan nantinya anakanak akan tumbuh menjadi generasi-generasi bangsa yang mencintai negeri dan tanah airnya. Sebaliknya jika anak-anak tidak dibekali nilai-nilai wawasan kebangsaan yang kuat, di masa mendatang akan sangat rentan “dijajah” oleh berbagai hal dari luar. Penjajahan ini diantaranya budaya, tingkah laku dan lain sebagainya (Nuraeni, 2008). Salah satu lembaga pendidikan yang dapat melakukan penanaman nilai moral kebangsaan adalah Taman Kanak-kanak (TK) yang merupakan salah satu lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) formal. Anak TK adalah anak yang sedang dalam tahap perkembangan pra operasional kongkrit, sedangkan nilai-nilai moral merupakan konsep yang abstrak, sehingga dalam hal ini anak belum serta merta menerima apa yang diajarkan guru atau orang tua yang sifatnya abstrak secara cepat.
Untuk itulah guru atau pendidik di TK harus pandai-pandai memilih dan menentukan metode yang akan digunakan untuk menanamkan nilai-nilai moral kepada anak agar pesan moral benar-benar sampai dan dipahami oleh siswa untuk bekal kehidupannya di masa yag akan dating. (Sumber diolah dari: Jurnal Inovasi dan Perekayasa Pendidikan Vol. 3 Tahun ke-1 Desember 2010)
Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan, karakter kebangsaan menjadi hal penting dalam perkembangan sebuah bangsa. Dalam proses pembentukannya, karakter kebangsaan menjadi tugas bersama, terutama para penentu kebijakan.
Demikian diungkapkan Mendiknas Mohammad Nuh kepada Kompas.com, Jumat (29/4/2011), seusai penandatanganan nota kesepahaman antara Mendiknas dan Kasad TNI AD George Toisutta tentang perluasan layanan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan pendidikan keaksaraan. Nuh mengatakan, pembentukan karakter kebangsaan harus dimulai dengan membangun kecintaan kepada Tanah Air. “Karakter yang ingin kita bangun adalah karakter cinta terhadap Tanah Air, itu yang paling mendasar,” kata Nuh. Nuh juga menambahkan, banyak cara untuk membangun karakter cinta Tanah Air. Salah satunya dengan mengenalkan bendera Merah-Putih dan lagu-lagu kebangsaan sejak PAUD. “Karena esensinya adalah menumbuhkan kecintaan terhadap Tanah Air, pendidikan karakter kebangsaan memang harus dimulai sejak PAUD,” ujarnya. Seperti diberitakan, Kementerian Pendidikan Nasional bekerja sama dengan TNI Angkatan Darat dalam gerakan nasional PAUD. Terlebih gerakan nasional PAUD difokuskan di beberapa daerah terpencil yang masih kekurangan sumber daya manusia (SDM), tenaga pengajar, maupun sarana dan prasarana pendidikannya. Menurutnya, PAUD pada 2011 ini dijadikan sebagai gerakan nasional menyongsong 2045. Ia berharap usia 100 tahun Indonesia merdeka itu sebagai fase meletakkan fondasi pilar-pilar berbangsa dan bernegara.



Artikel terkait:

Ditulis Oleh : Effendi Dalimunthe ~ Hidup Akan Terasa Indah Bila Saling Berbagi

Artikel Membangun Karakter Kebangsaan Sejak Dini ini diposting oleh Effendi Dalimunthe pada hari Sunday, June 24, 2012. Terimakasih atas kunjungan Anda serta kesediaan Anda membaca artikel ini. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar.

:: Get this widget ! ::

SUBMIT YOUR SITE 4 FREE

0comments:

 
Related Posts Plugin for Effendi DmTh,